Singa, Si Penguasa Rimba yang Pemalas

Penguasa Rimba. Berdasarkan ukuran tubuh, singa atau leo atau simha (bahasa sanskerta) adalah jenis kucing terbesar ke dua di dunia setelah harimau. Sering dijadikan sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan karena kebuasannya dalam memangsa satwa lain. Tapi siapa nyana, dibalik kegarangannya singa ternyata adalah hewan paling malas di antara jenis kucing besar lainnya. Kok bisa?

Ciri-Ciri Singa

Singa memiliki tubuh paling perkasa dan auman paling keras di antara jenis kucing besar lainnya. Auman singa bisa mencapai 114 desibel, setara dengan  suara musik rock yang menggelegar. Suara singa tersebut dapat merusak gendang telinga manusia hanya dalam sejam paparan saja.

Singa dianugerahi penglihatan yang tajam untuk melihat di malam hari.  Telinganya dapat mendengar suara dari jarak 1,6 km dan dapat digerakkan utuk mengetahui asal suara. Namun dari semua kelebihan yang ada, singa tetap memiliki kelemahan yakni tidak pandai memanjat pohon.

Si penguasa rimba yang satu ini memiliki bulu tebal yang pendek di sekujur tubuhnya. Warnanya cokelat, lebih pucat di bagian perut, dan lebih gelap atau hitam di bagian belakang telinga dan diujung ekor. Perbedaan antara jantan dan betina terdapat pada tampilan fisik dan postur tubuh.

Singa jantan bersurai atau memiliki bulu pada bagian tengkuk seperti kuda. Tubuh singa betina selalu lebih kecil dibandingkan dengan singa jantan. Perbandingannya bisa dilihat pada tabel berikut.

 Singa JantanSinga Betina
Panjang tubuh260-330 cm240-270 cm
Panjang ekor70-105 cm60-100 cm
Berat150-250 kg75-110 cm
Tinggi (dari kaki sampai pundak)80-123 cm120-185 kg

Klasifikasi, Habitat dan Status Konservasi

Nama ilmiah singa adalah Phantera leo. Masuk dalam famili felidae (kucing), subfamili pantherinae, genus phantera. Terdiri dari 7 subspesies yang tersebar di hutan savana, gurun, dan pegunungan di wilayah Afrika dan India. Satwa yang dilindungi ini status konservasinya masuk kategori rentan punah. Klasifikasi lengkap dan daftar subspesies singa tersaji dalam gambar di bawah.

Perilaku Si Penguasa Rimba

Singa merupakan satwa liar yang senang hidup berkelompok. Tiap kelompok terdiri dari 1-6 ekor jantan dan  4-15 betina dengan wilayah kekuasaan antara 20-400 km2 . Singa jantan bertugas menjaga wilayah kekuasaan dan melindungi betina dari singa jantan lain. Sementara singa betina bertugas mencari makanan atau berburu. Dalam hal ini, singa jantan biasanya hanya akan menunggu. Setelah mangsa didapat barulah singa jantan akan mengambil bagiannya.

Singa betina berburu secara berkelompok. Kecepatan berlarinya mencapai 80 km/jam namun kecepatan ini hanya bertahan dalam beberapa menit. Sehingga singa betina akan mengintai mangsa terlebih dahulu sampai jarak 30 cm. Jika sudah siap, singa betina akan langsung meneram bagian hidung dan mulut korban sampai tidak bisa bernapas. Anak singa mulai belajar berburu sejak umur 3 bulan.

Sebagai hewan noktural –aktif di malam hari dan tidur di siang hari –, singa biasanya menghabiskan sepanjang harinya dengan tidur atau berbaring di bebatuan dan di bawah pepohonan yang rindang. Singa dapat tidur selama 18 jam dalam sehari. Jika kekenyangan singa bahkan bisa tidur selama 24 jam penuh. Inilah alasan kenapa Si Penguasa Rimba ini dapat dikatakan sebagai jenis kucing besar yang paling malas.

Bagikan