Phantera Leo

7 Jenis Kucing Besar, Para Predator Utama di Banyak Habitat

Jenis Kucing Besar. Nun jauh di sana, di rimba raya, seekor harimau bersembunyi di balik semak belukar. Ia mengintai seekor rusa yang sedang asyik merumput. Dibiarkannya rusa makan sampai kenyang. Saat rusa lengah, segera ia akan menerkam tubuh rusa dan menggigit lehernya.

Sering menjadi simbol kekuasaan, harimau dan 6 jenis kucing besar lainnya adalah satwa liar terkuat di wilayahnya masing-masing. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Singa (Phantera leo)

Singa atau lion hidup secara berkelompok. Seekor singa jantan hidup bersama dengan beberapa singa betina. Tubuh singa lebih unggul dan lebih perkasa dibandingkan dengan jenis kucing besar lainnya.  Meski begitu ia tetap memiliki kelemahan yakni tidak bisa memanjat pohon.

Singa jantan dicirikan dengan surai rambut di kepala dan tubuhnya lebih besar dibandingkan singa betina. Badan keduanya dipenuhi bulu mantel pendek  berwarna cokelat. Pada bagian bawah warnanya  lebih pucat. Sedangkan di belakang telinga dan di ujung ekor  warnanya cokelat gelap atau hitam.

Phantera Tigris
Harimau (Phantera tigris)

2. Harimau (Phantera tigris)

Harimau atau tiger  adalah hewan soliter, yakni hewan yang senang hidup menyendiri baik saat mengembara maupun saat berburu. Ia juga menempati wilayah teritori tertentu. Harimau jantan dan harimau betina baru hidup bersama dalam masa perkawinan.   

Harimau dicirikan dengan loreng panjang di tubuhnya. Warnanya bervariasi dari cokelat ke hitam. Pola loreng pada harimau layaknya sidik jari pada manusia yang berbeda pada setiap individu. Rata-rata semua harimau memiliki 100 lebih loreng.

Phantera Pardus
Macan Tutul (Phantera pardus)

3. Macan Tutul (Phantera pardus)

Macan tutul atau leopard merupakan hewan yang aktif berburu di malam hari. Dikenal pula dengan sebutan macan dahan karena kemampuannya dalam memanjat. Macan tutul juga termasuk hewan soliter dengan daerah teritori seluas 5-15 km2. Tiap daerah ditandai dengan cakaran pada batang-batang pohon, kotoran, dan urin.

Hewan karnivora ini pada umumnya memiliki bulu berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik (tutul) berwarna hitam. Bintik hitam di kepala ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan bintik di badan dan di ekor. Panjang tubuh macan tutul antara 1-2 meter. Macan tutul betina selalu lebih kecil dibanding macan tutul jantan.   

Macan tutul salju
Macan Tutul salju (Phantera uncia)

Macan Tutul Salju (Phantera uncia)

Macan tutul salju atau snow leopard merupakanspesies kucing besar yang hidup di daerah pegunungan bersalju. Memiliki mantel bulu yang tebal berwarna putih keabu-abuan dengan bintik-bintik berwarna hitam. Matanya cantik dengan bola mata berwarna hijau pucat atau abu-abu.

Tubuhnya kekar, berkaki pendek dan lebih pendek dari kucing lain dari genus phantera. Lubang hidungnya besar, yang memungkinkan untuk meningkatkan volume udara yang dihirup setiap kali bernapas. Hidup soliter dan baru hidup bersama pada masa berkembangbiak saja.

Phantera Onca
Jaguar (Phantera onca)

4. Jaguar (Phantera onca)

Jaguar adalah predator  yang memiliki tubuh berotot, dada yang bidang, kepala besar, moncong luas, dan rahang yang kuat. Dikenal sebagai hewan liar yang memiliki gigitan yang luar biasa kuat dan mematikan. Saking kuatnya, cangkang kura-kura pun bisa ditembusnya dalam sekali gigitan.

Jagur memiliki banyak kesamaan dengan macan tutul. Sama-sama pandai memanjat pohon. Memiliki bulu yang  juga berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik hitam. Namun bintik hitam pada tubuh jagur lebih lebar dibandingkan dengan bintik hitam pada macan tutul.

Baca juga: Nama Bagi Sansevieria

Acinonyx jubatus
Cheetah (Acinonyx jubatus)

5. Cheetah (Acinonyx jubatus)

Cheetah mendapat predikat sebagai hewan tercepat di darat dalam berlari. Ia memiliki tungkai yang panjang, pinggang kecil, rongga dada yang dalam, tulang belakang fleksibel, dan cakar yang tidak dapat ditarik memberikan pegangan yang kuat ke tanah dalam berlari dengan cepat.

Cheetah juga memiliki ekornya panjang untuk memberikan keseimbangan saat menikung. Memiliki mantel bulu berwarna kekuning-kunigan dengan bintik-bintik (tutul) hitam dan pucat. Namun bagian perut berwarna putih. Bintik hitam pada cheetah lebih kecil dari bintik pada macan tutul.

Cheetah menunjukkan perilaku yang bervariasi. Cheetah ada yang hidup berkelompok dengan saudaranya setelah meniggalkan induk betinanya. Sementara cheetah betina selain waktu memiliki anak hidup soliter non teritori.

Puma concolor
Puma (Puma concolor)

 6. Puma (Puma concolor)

Puma atau cogar atau singa gunung saat ini hanya terdapat di daerah selatan Kanada, Amerika Tengah, dan selatan Petagonia. Puma termasuk hewan kelompok kucing besar yang hidup soliter. Hanya ibu dan anak yang dalam masa asuhan yang hidup bersama. Sementara Puma jantan dan Puma betina hanya bertemu pada waktu kawin saja.

Mantel bulu pada puma pendek dan padat. Warna bulunya bervariasi, ada yang kuning dan ada yang abu-abu. Namun untuk dagu dan dada selalu berwarna putih.  Puma berburu dengan cara menyelinap dari belakang tanpa diketahui mangsanya.

Black Phanter
Black Phanter

Jenis Kucing Besar di Dunia

Ketujuh kucing besar di atas masuk dalam famili felidae (kucing). Singa, harimau, macan tutul, macan tutul salju dan jaguar masuk genus phantera. Hewan yang termasuk dalam genus ini memiliki punggung tengkorak rata dan tulang hyoid yang mengeras secara tidak sempurna. Puma concolor  sendiri merupakan satu-satunya spesies dari genus puma. Sementara cheetah juga satu-satunya spesies yang tersisa dari genus anonyx.

Singa, harimau, macan tutul, juga adalah spesies kucing besar yang dapat mengaum. Auman singa merupakan yang paling keras. Sementara Macan tutul salju, cheetah, dan puma tidak bisa mengaum. Macan tutul dan jaguar memiliki jenis yang bersifat melanistik.  Baik jagur maupun macan tutul yang bersifat melanistik  sama-sama dikenal dengan sebutan black phanter.

Banyak spesies dari kelompok kucing besar ini yang sudah punah. Beberapa yang tersisa semuanya masuk dalam kategori terancam punah dan hampir punah. Hal ini disebabkan karena berkurangnya habitat mereka dan karena perburuan oleh manusia. Karena itu, upaya pelestarian perlu terus ditingkatkan.

Bagikan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *