Gilang Maulani

Gilang Maulani, Si Imut yang Sering Dikira Laki-Laki

Ya Allah ternyata Kak Gilang Maulani juga kelahiran tahun 90-an? Yang bener saja? Baiklah, saya harus mengambil napas dalam-dalam dulu ini. Dada saya tiba-tiba sesak euy.

Baik kita lanjutkan. Ini bukan perkara umur sebenarnya. Tapi ini perkara kompetensi. Coach-coach di Kelas Growth Blogger ternyata hampir semuanya jauh lebih muda dari saya. Tapi coba lihat, mereka beratus langkah lebih maju dari saya.

Seumuran mereka sudah ada yang menikah. Semuanya aktif ngeblog sejak lama dan mendalaminya secara serius. Dapat bermanfaat kepada orang lain melalui proyek kerjasama yaitu Growthing.id. Tentu ini membuat saya bertanya kepada diri sendiri, ‘kemana saja kamu selama ini Luk?’, ‘ngapaian ja? Kok hidupmu jalan di tempat sih?’.

Stop, bukan waktunya untuk menyalahkan diri sendiri. Meski lebih tua saya tak boleh segan belajar kepada coach-coach yang lebih muda. Toh memang mereka secara keilmuan lebih mumpuni dari saya. Semangat mereka juga perlu saya tiru. Oke, saya lanjutkan perkenalan tentang Kak Gilang ya.

Gilang Maulani

Kak Gilang dilahirkan di Bandung pada 23 Agustus 1993. Hobinya membaca novel dan menulis. Dia adalah penyuka kucing. Minuman favoritnya kopi, teh campur susu, cokelat panas, dan yogurt. Kak Gilang sama kayak saya, tidak suka sama cacing. Suka geli ya Kak? Hehehe.

Saya itu merasa mirip loh dengan Kak Gilang. Maksudnya bukan wajah loh ya. Kalau soal wajah Kak Gilang sudah pasti lebih imut dari saya lah.

Kak Gilang itu ternyata suka bawel dan bercerita kalau di blog dan media sosial saja. Kalau di dunia nyata ternyata Kak Gilang adalah pendiam, pemalu, dan sering tidak berani untuk senyum dan menyapa duluan. Sama banget dengan saya dah.

Blog Gilang Galing

Blog Kak Gilang dibuat sejak akhir 2011, namun baru benar-benar aktif di akhir 2015. Blognya berisi tentang cerita-cerita yang dilaluainya. Selain itu ada juga review novel, film, dan ada juga review produk.

Kenapa Blognya bernama Gilang Galing? Gilang tentu saja diambil dari nama Kak Gilang Sendiri. Kalau Galing artinya adalah Ikal. Ikal sendiri bermakna bergelombang. Menurut kak Gilang itu menunjukkan hidup Kak Gilang yang penuh dan gelombang. Gelombang kehidupan yang menghasilkan banyak tulisan tentunya.

Sering Dikira Lelaki

Satu lagi nih kesamaan saya dengan Kak Gilang. Punya masalah tentang nama. Tapi masalah saya tidak terlalu serius sih. Nama saya kan Luluk, penulisannya pakai K diakhir. Saat merantau ke Depok (2015-pertengahan 2020), banyak orang menuliskan nama saya tanpa huruf K.

Nah Kak Gilang juga punya masalah dengan namanya. Cerita tentang nama Kak Gilang ini bisa teman-teman baca di blognya. Judul tulisannya ‘Ini Namaku, Bagaimana dengan Namamu?’. Saya sendiri dibuat tertawa dari awal sampai akhir saat membacanya.

(Maaf ya Kak, saya tidak bermaksud menertawakan nama Kak Gilang. Saya hanya merasa terhibur kok dengan gaya bercerita Kak Gilang. Enak dibaca dan mengalir.)

Jadi Kak Gilang ini sering dikira laki-laki loh lantaran nama depannya Gilang. Memang sih, nama Gilang lebih banyak digunakan oleh laki-laki. Cuma saya tidak setuju kalau ada yang bilang sebaiknya Kak Gilang ganti nama atau namanya tertukar dengan siapalah.

Saya pribadi merasa perempuan bernama Gilang itu keren loh. Unik dan tidak biasa. Tidak ada yang aneh sama sekali. Sama kayak nama Cinta, Rindu,dan Gigi yang menjadi nama orang.

Nah inilah sedikit cerita tentang Kak Gilang Maulani. Si Imut dari Bandung. Dulu saya memanggilnya Kak Gema. Mulai sekarang saya akan memanggilnya dengan Kak Gilang. Sebab saya suka dengan namanya.

Bagikan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *