Hai, Sobat Ngopi! Aku pernah bahas budidaya jamur tiram di blog Kopi Jagung ini. Cuma belum pernah bahas bangunannya. Gimana kalau ku ajak kalian ngobrolin soal bata ringan untuk kumbung jamur? Biar lebih higienis dan modern gitu usaha jamur tiram milik kalian! Mau ya?
Sebelumnya, kalian tuh pernah kepikiran nggak, kalau budidaya jamur tiram itu sebenarnya bukan cuma soal memilih baglog atau cara merawat jamurnya saja. Gimana tuh maksudnya?
Maksudnya adalah bangunannya alias kumbung jamur juga punya peranan besar lho. Salah bikin kumbung, jamurnya bisa gagal tumbuh atau malah pertumbuhannya kalah sama jamur liar yang nggak diundang.
Nah, di sinilah bata ringan untuk kumbung jamur mulai banyak dilirik sama petani jamur. Nggak cuma bikin kumbung jamur kalian lebih kokoh, tapi juga lebih higienis dan stabil kelembabannya.
Tuh! Pada penasaran ‘kan? Yuk kita bahas!
Kenapa Kumbung Jamur Harus Spesial?
Sobat Ngopi, kalau kalian tanya ke petani jamur nih ya, rata-rata jawabannya sama. Bikin kumbung itu nggak bisa asal-asalan. Asal jadilah, yang penting bisa buat menyimpan baglog. Kagak bisa ya, Sob.
Kubilangin ya, banyak orang gagal panen bukan karena jamurnya jelek, tapi karena lingkungan kumbung nggak mendukung. Mulai dari dinding yang terlalu lembab, sirkulasi udara yang nggak jalan, sampai suhu ruangan yang naik-turun kayak mood orang habis lembur.
Ibarat kata nih ya, percuma banget deh meski kalian sudah mengikuti setiap tips memilih baglog jamur tiram yang bagus, tapi lingkungan kumbungnya nggak kalian kondisikan.
Oleh karena itu, bikin bangunan kumbung harus punya standar khusus. Beda sama rumah biasa, kumbung jamur lebih mirip kayak ruang “VIP” buat jamur biar mereka bisa tumbuh maksimal. Gitu, Sob.
Lagian ya, jamur tuh ibarat “anak manja”. Mereka butuh tempat yang sesuai dengan keinginan mereka, seperti:
- Lembab tapi nggak becek,
- Sejuk tapi nggak bikin menggigil,
- Agak gelap tapi tetap ada sirkulasi udaranya.
Ribet? Nggak juga sih. Kalian tetap bisa mengakalinya kok, Sob. Misalnya nih, pilih material bangunan, terutama dindingnya yang nggak gampang menyerap air tapi nggak terlalu panas.
Soalnya, kalau dinding kumbung gampang nyerap air, jadinya terlalu lembab. Ntar malah muncul lumut dan bakteri. Terus, kalau terlalu panas, bikin jamur jadi layu.
Jadi, harus milih material bangunan yang bagaimana dong?
Sedikit Kenalan Sama Bata Ringan

Kalau dengar kata bata, yakin dah, pikiran kalian pasti langsung ke bata merah yang udah turun-temurun dipakai orang bangun rumah ‘kan?
Padahal sekarang tuh sudah ada alternatif lain yang lebih modern, yaitu bata ringan. Material ini lagi naik daun karena sifatnya yang enteng, presisi, gampang dipasang, tapi tetap kuat.
Banyak kontraktor, bahkan petani jamur, mulai melirik bata ringan sebagai pengganti bata merah atau kayu. Kenapa?
Alasannya simpel saja. Bangunan jadi lebih cepat dibangun, lebih higienis, dan bisa jaga kondisi dalam ruangan tetap stabil. Jadi, kalau kalian masih asing sama istilah ini, nggak ada salahnya kenalan dulu.
Buat yang belum kenal, bata ringan punya dua tipe populer, yaitu:
- AAC (Autoclaved Aerated Concrete), bata ringan jenis ini presisi, tahan api, isolasi panasnya bagus, dan ringan banget.
- CLC (Cellular Lightweight Concrete), hampir mirip dengan AAC, tapi proses pembuatannya beda. Tetap ringan, praktis, dan ramah lingkungan.
Kedua jenis ini punya karakter sama-sama enteng daripada bata merah, ukurannya seragam, dan pemasangannya lebih cepat. Itulah kenapa banyak kontraktor dan petani jamur sekarang lebih pilih bata ringan ketimbang bata merah atau kayu.
Kalau di beberapa kota besar, misalnya bata ringan Makassar, peminatnya juga terus naik. Pemakaiannya, bukan hanya buat rumah tinggal dan gedung, tapi juga untuk bangunan budidaya kayak kumbung jamur modern.
Artinya, tren penggunaan bata ringan udah nggak cuma buat konstruksi mainstream, tapi juga merambah ke dunia pertanian dan perikanan.
Kelebihan Bata Ringan untuk Kumbung Jamur
Gimana nih, Sobat Ngopi? Ada yang mau serius budidaya jamur tiram biar bisa meniru cerita sukses budidaya jamur tiram ala Pak Asep Mardi Rinaldi nggak nih?
Maksudku, kalau kalian serius mau budidaya jamur tiram, pilihan material dinding itu bisa jadi penentu berhasil atau gagalnya panen lho.
Banyak petani jamur dulu pakai bata merah atau bambu karena murah dan gampang mereka cari. Tapi makin ke sini, orang mulai sadar kalau investasi di material yang lebih awet dan higienis itu penting.
Nah, bata ringan hadir jadi solusi. Nggak cuma buat rumah tinggal atau gedung, tapi juga cocok banget untuk kumbung jamur modern.
Bahkan di beberapa daerah, orang sampai cari info soal harga bata ringan Makassar karena material ini dianggap lebih praktis dan worth it untuk jangka panjang.
Kalau menurut perbandingannya sama material lain, bata ringan punya kelebihan yang pas banget buat budidaya jamur tiram, antara lain:
- Higienis di mana permukaan dinding bisa rapi, sehingga lumut dan jamur liar susah nempel.
- Suhu stabil karena kemampuan bata ringan untuk mengisolasi panas bikin kumbung lebih adem.
- Kelembaban terkontrol, bata ringan tuh nggak gampang nyerap air kayak bata merah.
- Cepat dibangun, ukuran bata ringan tuh ‘kan gede tapi bobotnya ringan bikin hemat waktu saat pemasangan.
- Ramah lingkungan, cocok buat yang peduli konsep pertanian berkelanjutan nih.
Kalau Mau Bandingin Sama Material Lain, sih…
Lanjut ya, Sobat Ngopi! Kalian masih betah ‘kan ngobrol soal bata ringan untuk kumbung jamur denganku? Soalnya, kita mau bahas soal perbandingan sama material lain.
Maksudku, sebelum memilih material, kalian bayangin dulu gimana repotnya kalau udah telanjur panen tapi bangunan kumbungnya bikin masalah.
Katakanlah, suhu nggak stabil, dinding lembab, atau malah gampang lapuk. Padahal budidaya jamur itu butuh konsistensi, mulai dari cara membuat baglog jamur tiram yang rapi, perawatan harian, sampai menjaga lingkungan kumbung tetap bersih.
Nah, salah satu faktor penentu ada di pilihan material bangunannya. Biar lebih mudah kalian bayangkan, aku sudah ulas perbandingan bata ringan dengan material lainnya, yaitu:
- Bata merah tuh kuat, tapi gampang nyerap air bikin kelembaban ruangan kebablasan dan dinding cepat berlumut.
- Kayu atau bambu tuh memang murah, tapi gampang lapuk dan nggak tahan lama.
- Bata ringan tuh materialnya kuat, awet, lebih higienis, dan bisa jaga kondisi kumbung jamur tetap stabil.
Kalau kalian mikir jangka panjang, kumbung jamur pakai bata ringan jelas lebih untung.
Tips Bikin Kumbung Jamur dengan Bata Ringan

Punya bata ringan saja belum cukup, Sob. Sama kayak punya bahan makanan bagus buat masak jamur tiram, kalau cara mengolahnya asal-asalan, hasilnya juga nggak akan maksimal.
Begitu juga dengan membangun kumbung jamur. Ada beberapa hal kecil yang sering disepelekan. Padahal hal kecil ini malah justru bikin panen jamur lebih terjamin.
Biar hasil panen jamur tiram kalian maksimal, ada beberapa tips praktis yang bisa kalian lakukan saat bikin kumbung jamur dengan bata ringan, yaitu:
- Gunakan perekat khusus bata ringan, biar sambungan tipis dan rapi.
- Sediakan ventilasi yang cukup, kayak jendela kecil buat sirkulasi udara.
- Lapisi dinding dengan cat atau semen waterproof untuk kontrol kelembaban ekstra.
- Atur tata ruang rak baglog biar gampang diakses dan udara tetap ngalir.
Waktunya Kumbung Jamur Kalian Naik Level
Budidaya jamur tiram itu seru, apalagi kalau bisa menghasilkan panen yang konsisten. Tapi kuncinya nggak cuma di baglog atau cara rawatnya, bangunan kumbung juga ikut menentukan.
Dengan bata ringan, kalian bisa punya kumbung yang higienis, stabil, dan awet. Sehingga, jamur bisa tumbuh dengan lebih sehat.
Kalau istilah anak nongkrong sih, “ngapain ribet kalau ada cara yang lebih gampang?” Nah, bata ringan ini salah satunya. Bisa bikin kalian lebih fokus ke panen jamur, bukan ribut sama masalah bangunan.
Dahlah. Menyenangkan ‘kan ngobrolin bata ringan untuk kumbung jamur tiram denganku? Sudah punya insight untuk bisnis budidaya jamur nggak nih, Sobat Ngopi?
Note: sebagian foto dalam artikel ini dibuat menggunakan AI Google Studio







baru baca tentang bata ringan ini
selama ini sering bingung ngelihat bata semacam ini di sekitar toko bnagunan atau saat ada pembangunan rumah, ternyata ini inovasi baru yang punya banyak manfaat
setuju banget tentang pertanian jamur, karena saya pernah mendapat pelatihan dan pernah coba, eh gagal
Yang bikin bata ringan pada awalnya mungkin gak menyangka juga ya bahwa produksi mereka bisa digunakan untuk produksi jamur. Ternyata beberapa kelebihan yang ada di bata ringan ini justru menyuburkan dan bisa menghasilkan jamur dengan kualitas yang bagus. Tentu saja dengan mengikuti beberapa persyaratan/kondisi fisik bata ringan agar bermanfaat maksimal sebagai kumbung jamur.
Baca ini saya jadi dapat pengetahuan baru tentang kegiatan bercocok tanam jamur yang sering saya beli dan konsumsi.
Di tempat saya, bata ringan sudah populer sejak 2010 dan kayaknya jadi standar baru material perumahan ya?
Ternyata treatment untuk jamur tiram itu di mulai dari kumbungnya ya. Harus memperhatikan desain dan materialnya juga agar pertumbuhan jamur bisa optimal dan mendatangkan cuan
Bener banget investasi material meski diawal terkesan lebih mahal tapi jika membuat Kumbung Jamur lebih awet dan higienis tentu risiko cost tak terduga karena jamur pasti bisa diminimalisir, sih.